Senin, 18 Mei 2015

Cara Menangani Bibit Aren Yang Baru Dibeli



Bagaimana langkah-langkah menangani bibit aren yang baru dibeli?

Turunkan bibit dari kenderaan pengangkut.
Susun bibit di bawah teduhan 100 %. Siram secukupnya.
Siram kembali setiap sore, di atas jam 17.00. Biarkan minimal 3 hari.

Buat para-para beratapkan daun kelapa atau daun sawit.
Tinggi para-para secukupnya, asal mudah menyiram.
Lokasi di bawah tempat yang terkena sinar matahari langsung.
Atur kerapatan daun hingga sinar yang menerobos hanya sekira 25%.
Atur juga lebar para-para hingga sinar matahari hanya masuk 100%
pada pagi hari hingga jam 9 pagi. Dan sore mulai jam 5 sore.
Artinya, mulai jam 9 sd jam 5 sore, para-para harus melindungi
bibit dari sinar matahari langsung. Biarkan 3 hari.
Kurangi daun sedikit-demi sedikit setiap 2-3 hari hingga daun atap habis dalam masa
10 hari. Perhatikan kondisi daun, jika ada timbul warna kecoklatan/kering, maka sebaiknya naikkan kembali daun. Tiap daerah lain karakter panasnya.

Setelah daun habis, biarkan 3 hari lagi. Perhatikan. Jika tidak ada tanda-tanda browning/pencoklatan daun, maka bibit siap untuk ditanam ke lapangan.
Cara paling praktis adalah membiarkan daun sawit/daun kelapa habis luruh dengan sendirinya.

NB. Di penangkaran, bibit aren dipelihara di bawah atap shading/paranet.
Jika tidak dilakukan proses aklimatisasi ( pembiasaan terhadap terik matahari) seperti di atas, maka ada kemungkinan bibit akan mati layu.

Cara Tanam.
Siapkan lubang ukuran 30x30x30 cm. Jarak tanam kami anjurkan 4x7 meter atau setara.
Jalur yang lebarnya 7 meter itu mengarah Utara-Selatan, agar penyinaran matahari terbagi dengan merata.

Biarkan minimal 7 hari. Sebaiknya 10 hari.
Campur tanah galian dengan Dolomit dan pupuk kandang matang/telah sempurna fermentasi dengan dosis 3:1:1. Misalnya tanah 3 kg, dolomit 1 kg dan pukan 1 kg/lubang tanam. Masukkan campuran ke dalam lubang tanam.

Buka polibag bibit dengan pisau, buka. usahakan agar tanah tidak pecah. Jika dirasa tanah terlalu gembur, boleh dikepal dulu sebelum polibag dibuka.

Buat lubang di media tanam. Tanam bibit dengan posisi tegak.
Padatkan tanah secukupnya.
Permukaan tanah dalam lubang harus lebih rendah 5 cm dari tinggi permukaan tanah lahan. Ini untuk lembah tangkapan air.
Siram secukupnya.

Penyiraman selanjutnya setiap 2 hari sekali atau sesuai keadaan.
Pemupukan 1 bulan kemudian dengan 200 gram NPK.
Tabur keliling pupuk di bagian terluar dalam lembah tangkapan air.
Siram sehabis dipupuk agar pupuk langsung meresap dan tak menguap sia-sia.

Jika ada serangan bercak daun yg disebabkan oleh jamur, maka semprot dengan
fungisida Benlate atau Dithane M45 menggunakan tangki semprot. Larutkan juga cairan cuci piring Mama Lemon 3 sendok makan sebagai perata/perekat dan anti bakteri.

Semoga sukses.

Cara Menanam Bibit Aren Dari Polibag Mini ke Polibag Pembesaran



Cara Menanam Bibit Aren Dari Polibag Mini ke Polibag Pembesaran.

1.Buka karet pengikat polibag mini. Lepaskan plastik. Isi polibag dengan tanah setebal 2 cm. Masukkan bibit ke dalam polibag. Isi tanah sampai penuh. Batas tanam : seluruh bagian akar harus tertanam dalam tanah plus 2 cm.
Media tanam tanah terdiri dari tanah subur plus pupuk dolomit/dotani/tanah kapur/kapur sirih. Dolomit lebih bagus. Perbandingan 10:1. Boleh sedikit berpasir atau bertanah liat. Lebih baik lagi jika ditambah pupuk organik/kompos/pukan alias pupuk kandang.
2.Susun di tempat teduh. Amankan dari hewan semisal ayam dengan cara memasang jaring di sekelilingnya..
Sebaiknya bikin para-para beratapkan daun sawit atau kelapa yang rapat dan cukup lebarnya hingga cahaya masuk hanya sekitar 30 persen.
3.Siram setiap sore secukupnya. Siram bilas jika selesai hujan.
4.Pemupukan dengan setengah sendok makan NPK Phonska per polibag pada satu bulan kemudian. Jika pemupukan dengan sistim tabur bebas, bilas dengan air sesudah pemupukan, agar tak ada pupuk nyangkut di daun. Ulangi pemupukan setiap bulan.
5.Jika ada penyakit bercak daun, itu penyebabnya jamur. Larutkan tiga sendok makan peres Benlate dan tiga sendok makan detergen Mama Lemon dalam 12 liter air. Siramkan layang ke daunnya/semprotkan. Ulangi setiap 4 hari hingga penyakit sembuh. Sebaiknya pisahkan yang sakit dengan yang sehat. Jarak minimal 12 meter.
Jika tak ada Benlate, pakai Dithane M45 atau Bayleton. 
Dosis sesuai label di kemasan masing-masing.
6.Ditanam ke lapangan setelah dirasa bibit cukup kuat bertahan di bawah sinar matahari. Sebaiknya di awal musim penghujan atau setelah selesai turun hujan..
7.Pemupukan dengan NPK 200 gram dan 500 gram dolomit perpohon per umur tanam per enam bulan.
Jadi, yang umur 4 tahun dipupuk 800 gram NPK dan 2 kg dolomit setiap 6 bulan. Tabur keliling di bawah ujung tajuk daun dan mengarah ke dalam. Pupuk jangan sampai menyentuh langsung batang. Dolomit penting untuk mencegah penyakit mati bujang yang disebabkan oleh ulah jamur di akar pohon. 

Jika ada yang kurang jelas, hub. HP 0813 7000 8997.